Rabu, 12 Juni 2013

Aku menemukanmu sedang sakit, dan kau menemukanku sedang sekarat. bag 3

"Sayang makasih untuk semuanya, kamu benar,orang yang rugi adalah orang yang tidak pernah tau gimana rasanya disayangi kamu, dan aku beruntung bisa merasakan itu sekarang, kamu berarti sayang".
Begitulah kalimat yang dia ucapkan disela romantisme yang kita buat, dia seolah kesetanan, entahlah... Saat itu dia sedang jatuh cinta dengan lelaki sederhana ini..:)

"Sayang, kali ini aku benar-benar jatuh cinta sama kamu' dengan nada lirih dan pasrah, tetapi mengerikan, bagaimana mungkin hal sederhana yang saya lakukan mampu membuatnya sejatuh cinta itu ?
Ini lagi-lagi membuatku seolah bermimpi, tetapi dia selalu meyakinkanku bahwa kami adalah kenyataan yang tertulis pasti dari tangan Tuhan, "ini takdir sayang" kembali dia menegaskan dengan dengan pasti untuk mengikis ragu yang selama ini mewarnai kepercayaanku.

"Sayang, aku tidak hidup diawan, tetapi aku hidup dihatimu" dengan menggenggam tanganku dan menaruh di dadaku, hehehehe... Ini gila, sungguh hal yang gila.. Tetapi aku bahagia, setelah sekian lama terpuruk pada kubangan trauma, inilah aku dinia.. Aku yang hidup kembali, terlahir dengan mimpi baru... Dalam kesalahan termanisku, *aku menikmatinya..:)

Hari berganti hari, aku nikmati kebahagiaan bersamanya, kami pasrah dalam dekapan cinta, kami menidurkan harapan pada rindu-rindu yang kami tabung untuk bekala pelukan, kami saling berdo'a, kami saling mengingat dari beringasnya jarak yang makin lama makin menerbangkan rindu-rindu kami. :)
Kami menjadi mangsa terlemah taring-taring rasa nyaman, kami tidak bisa menghindari kesalahan ini.
Walau sebenanrnya saya menyadari, dalam hitungan detik, dia bisa saja meninggalkan bagian ini, dalam hitungan detik, bisa saja dia melupakan bagian ini.. :)

Tentu saja apa yang aku takutkan beralasan, Tuanmu, tidak mungkin merekan begitu saja kebahagiananya terbagi, tuanmu, tidak akan mengiyakan kebahagiaannya direbut.
Karena hanya orang lemah yang bisa menyerah sedemikian pasrah pada cinta..:)

*lihat kami setelah ini, mungkin kami akan segra menjadi debu yang begitu mudah diterbangkan angin.. Sehingga penyatuannya akan hilang.. Dalam makna, juga dalam bentuk :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar