Hidup itu tidak rumit, hanya menjaga keseimbangan saja..:)
Hidup itu seperti menaruh telur di ujung salah satu jari kita, kita bebas memilih.. Dijari mana telurmu akan diletakkan :)
Lalu.. Belajarlah menari, belajar memainkan jari yang menopang telur..
Yang terpenting tangan yang lain harus siap menangkap bila sewaktu-waktu telur iru tergelincir dari jari kita, kita hanya harus siap agar telur itu tidak pecah..:)
Bahkan ketika salah satu tangan kita terikat,
kita harus siap melakukan semua peran dengan satu tangan saja.. :)
Kita harus cerdas memainkan satu tangan dengan jari-jari kita.
sebenarnya, akan ada titik lelah dalam memerankan satu tangan kita,
Tetapi kita sering melupakan, sesungguhnya dengan satu tangan
kita mampu melakukan lebih dari sekedar satu bagian.
*kita kuat bila kita ingin menjadi kuat, dan kita terpuruk ketika kita lupa, bahwa kita cukup kuat :)
Rabu, 12 Juni 2013
Aku menemukanmu sedang sakit, dan kau menemukanku sedang sekarat. bag 3
"Sayang makasih untuk semuanya, kamu benar,orang yang rugi adalah orang yang tidak pernah tau gimana rasanya disayangi kamu, dan aku beruntung bisa merasakan itu sekarang, kamu berarti sayang".
Begitulah kalimat yang dia ucapkan disela romantisme yang kita buat, dia seolah kesetanan, entahlah... Saat itu dia sedang jatuh cinta dengan lelaki sederhana ini..:)
"Sayang, kali ini aku benar-benar jatuh cinta sama kamu' dengan nada lirih dan pasrah, tetapi mengerikan, bagaimana mungkin hal sederhana yang saya lakukan mampu membuatnya sejatuh cinta itu ?
Ini lagi-lagi membuatku seolah bermimpi, tetapi dia selalu meyakinkanku bahwa kami adalah kenyataan yang tertulis pasti dari tangan Tuhan, "ini takdir sayang" kembali dia menegaskan dengan dengan pasti untuk mengikis ragu yang selama ini mewarnai kepercayaanku.
"Sayang, aku tidak hidup diawan, tetapi aku hidup dihatimu" dengan menggenggam tanganku dan menaruh di dadaku, hehehehe... Ini gila, sungguh hal yang gila.. Tetapi aku bahagia, setelah sekian lama terpuruk pada kubangan trauma, inilah aku dinia.. Aku yang hidup kembali, terlahir dengan mimpi baru... Dalam kesalahan termanisku, *aku menikmatinya..:)
Hari berganti hari, aku nikmati kebahagiaan bersamanya, kami pasrah dalam dekapan cinta, kami menidurkan harapan pada rindu-rindu yang kami tabung untuk bekala pelukan, kami saling berdo'a, kami saling mengingat dari beringasnya jarak yang makin lama makin menerbangkan rindu-rindu kami. :)
Kami menjadi mangsa terlemah taring-taring rasa nyaman, kami tidak bisa menghindari kesalahan ini.
Walau sebenanrnya saya menyadari, dalam hitungan detik, dia bisa saja meninggalkan bagian ini, dalam hitungan detik, bisa saja dia melupakan bagian ini.. :)
Tentu saja apa yang aku takutkan beralasan, Tuanmu, tidak mungkin merekan begitu saja kebahagiananya terbagi, tuanmu, tidak akan mengiyakan kebahagiaannya direbut.
Karena hanya orang lemah yang bisa menyerah sedemikian pasrah pada cinta..:)
*lihat kami setelah ini, mungkin kami akan segra menjadi debu yang begitu mudah diterbangkan angin.. Sehingga penyatuannya akan hilang.. Dalam makna, juga dalam bentuk :)
Begitulah kalimat yang dia ucapkan disela romantisme yang kita buat, dia seolah kesetanan, entahlah... Saat itu dia sedang jatuh cinta dengan lelaki sederhana ini..:)
"Sayang, kali ini aku benar-benar jatuh cinta sama kamu' dengan nada lirih dan pasrah, tetapi mengerikan, bagaimana mungkin hal sederhana yang saya lakukan mampu membuatnya sejatuh cinta itu ?
Ini lagi-lagi membuatku seolah bermimpi, tetapi dia selalu meyakinkanku bahwa kami adalah kenyataan yang tertulis pasti dari tangan Tuhan, "ini takdir sayang" kembali dia menegaskan dengan dengan pasti untuk mengikis ragu yang selama ini mewarnai kepercayaanku.
"Sayang, aku tidak hidup diawan, tetapi aku hidup dihatimu" dengan menggenggam tanganku dan menaruh di dadaku, hehehehe... Ini gila, sungguh hal yang gila.. Tetapi aku bahagia, setelah sekian lama terpuruk pada kubangan trauma, inilah aku dinia.. Aku yang hidup kembali, terlahir dengan mimpi baru... Dalam kesalahan termanisku, *aku menikmatinya..:)
Hari berganti hari, aku nikmati kebahagiaan bersamanya, kami pasrah dalam dekapan cinta, kami menidurkan harapan pada rindu-rindu yang kami tabung untuk bekala pelukan, kami saling berdo'a, kami saling mengingat dari beringasnya jarak yang makin lama makin menerbangkan rindu-rindu kami. :)
Kami menjadi mangsa terlemah taring-taring rasa nyaman, kami tidak bisa menghindari kesalahan ini.
Walau sebenanrnya saya menyadari, dalam hitungan detik, dia bisa saja meninggalkan bagian ini, dalam hitungan detik, bisa saja dia melupakan bagian ini.. :)
Tentu saja apa yang aku takutkan beralasan, Tuanmu, tidak mungkin merekan begitu saja kebahagiananya terbagi, tuanmu, tidak akan mengiyakan kebahagiaannya direbut.
Karena hanya orang lemah yang bisa menyerah sedemikian pasrah pada cinta..:)
*lihat kami setelah ini, mungkin kami akan segra menjadi debu yang begitu mudah diterbangkan angin.. Sehingga penyatuannya akan hilang.. Dalam makna, juga dalam bentuk :)
Selasa, 11 Juni 2013
hey,,, selamat pagi senja :)
sampai sepagi ini aku belum sempat memejamkan mataku sedetikpun,
ada hal baru yang menggangguku ahir-ahir ini,,,
dia perempuan yang baru-baru ini ku sebut senja :)
perempuan muslimah cantik itu cukup mampu membuat hatiku bergetar sedemikian rumitnya,
tiap detik, tiap kedipan, tiap hela nafasku...
ohhh Subhanalla sungguh anggun dia dimataku..)
tanpa celah, aku pikir dia sempurna,,,
entahlah apa mugkin hanya karena getaran ini yang terlalu hebat sehingga mampu menutupi apapun selain keindahannya.
*tetapi intinya hati ini begitu bahagia..*sagat bahagia.. terimakasih Allah..:)
ada hal baru yang menggangguku ahir-ahir ini,,,
dia perempuan yang baru-baru ini ku sebut senja :)
perempuan muslimah cantik itu cukup mampu membuat hatiku bergetar sedemikian rumitnya,
tiap detik, tiap kedipan, tiap hela nafasku...
ohhh Subhanalla sungguh anggun dia dimataku..)
tanpa celah, aku pikir dia sempurna,,,
entahlah apa mugkin hanya karena getaran ini yang terlalu hebat sehingga mampu menutupi apapun selain keindahannya.
*tetapi intinya hati ini begitu bahagia..*sagat bahagia.. terimakasih Allah..:)
Selamat pagi anak kecil
Lagi-lagi pagiku kekurangan sesuatu
Sesutu yang kemaren ada dan menjadi candu penyambut pagi..:)
Sapaan lembut "selamat pagi sayang, selamat pagu cintaku, atau buenos dia mi amor" :)
Hal yang tidak akan pernah ada lagi, tidak pernah datang lagi.. Yah... Semua itu hilang secara balance dengan kepergianmu. :)
Perempuan kecil yang kemarin mengumbar kata rindu sudah tidak disini, sudah tidak dibagian ini, kita saling pergi untuk berbenah, untuk memperbaiki kesalahan kemarin. :)
Hey perempuan kecil..:)
Apa kabarmu pagi ini ?
Gimana ujianmu kemarin, semalam belajar kan seperti saat bersamaku kemaren?
*aku yakin kamu selalu baik-baik saja kan ?
Tuanmu tidak akan mungkin membiarkanmu tidak dalam keadaan baik kan ?
Hehehehehe... Sudah sudah.. Aku juga baik kok, aku pasti selalu dalam keadaan baik..:)
Aku tidak akan terbiusa dalam keberlaluanmu ini, aku juga tidak akan terhipnotis dalam penyesalanku, aku tidak akan sekarat sayang.. Tetapi boleh kan aku tertidur sejenak..? :)
Oh iya,
Ada beberapa orang disekitarku yang masih cerewet menanyakanmu, mereka mungkin tidak tahu ya pedihnya perpisahan ?
Aku juga tidak pernah menampakkan itu, aku selalu menjadi aktor terhebat dibagian ini, peran dan aktingku ku lakoni dalam bentuk luar biasa, bukan kah sebaik-baiknya hidup adalah akting sayang?
Sekarang..
Lanjutkan hidupmu, ada atau tidak diriku dibagian ini, tetapi yang terpenting adalah tuanmu.. Dia mengharapkan kamu lebih baik dari sebelumnya, makanya selalu berproses kearah yang lebih baik ya, biar anggunmu lebih dari apa yang kamu tahu kemaren, *perempuan yg baik untuk laki-laki yang baik..:)
Selamat ujian anak kecil... Good luck :)
#Awan
Sesutu yang kemaren ada dan menjadi candu penyambut pagi..:)
Sapaan lembut "selamat pagi sayang, selamat pagu cintaku, atau buenos dia mi amor" :)
Hal yang tidak akan pernah ada lagi, tidak pernah datang lagi.. Yah... Semua itu hilang secara balance dengan kepergianmu. :)
Perempuan kecil yang kemarin mengumbar kata rindu sudah tidak disini, sudah tidak dibagian ini, kita saling pergi untuk berbenah, untuk memperbaiki kesalahan kemarin. :)
Hey perempuan kecil..:)
Apa kabarmu pagi ini ?
Gimana ujianmu kemarin, semalam belajar kan seperti saat bersamaku kemaren?
*aku yakin kamu selalu baik-baik saja kan ?
Tuanmu tidak akan mungkin membiarkanmu tidak dalam keadaan baik kan ?
Hehehehehe... Sudah sudah.. Aku juga baik kok, aku pasti selalu dalam keadaan baik..:)
Aku tidak akan terbiusa dalam keberlaluanmu ini, aku juga tidak akan terhipnotis dalam penyesalanku, aku tidak akan sekarat sayang.. Tetapi boleh kan aku tertidur sejenak..? :)
Oh iya,
Ada beberapa orang disekitarku yang masih cerewet menanyakanmu, mereka mungkin tidak tahu ya pedihnya perpisahan ?
Aku juga tidak pernah menampakkan itu, aku selalu menjadi aktor terhebat dibagian ini, peran dan aktingku ku lakoni dalam bentuk luar biasa, bukan kah sebaik-baiknya hidup adalah akting sayang?
Sekarang..
Lanjutkan hidupmu, ada atau tidak diriku dibagian ini, tetapi yang terpenting adalah tuanmu.. Dia mengharapkan kamu lebih baik dari sebelumnya, makanya selalu berproses kearah yang lebih baik ya, biar anggunmu lebih dari apa yang kamu tahu kemaren, *perempuan yg baik untuk laki-laki yang baik..:)
Selamat ujian anak kecil... Good luck :)
#Awan
Hai Sahabatku :)
Emmmm...
Setelah sekian bulan tidak menghubungimu...:)
Hey perempuan yg sudah ditipipin calon lukisan baru oleh Tuhan, bagaimana kabarmu, bagaimana kabar tuanmu, dan bagaimana calon lukisan kalian itu ?
Aku yakin baik-baik saja bukan ?
Emmmm aku yakin kamu benar-benar telah menjaga dirimu dengan baik, bukan karena hal yang pernah ku bilang dulu 3 hari sebelum pernikahanmu "jaga diri baik-baik", tetapi karena orang baik sepertimu memang akan selalu menjaga dirinya dengan sebaik mungkin.. :)
Oh ya,
Lama yah kita tidak cerita-cerita, lama tidak menghabiskan waktu dengan es krim "hula-hula kacang ijo" kesukaanmu.
tetpi aneh, rasanya baru kemaren kita ada di dalam bagian itu, tawa kita, obrolan-obrolan kita, kegilaan-kegilaan kita, smua hal indah itu masih melekat hebat di otak kiriku,
*memang orang unik sepertimu tidak mudah ku temukan lagi lo..: )
Jadi inget bawalmu saat aku lalai atas kesehatanku, saat porsi tidur mulai tidak jelas, disaat cara hidu yang memang tidak pernah jelas, akhirnya menjadi jadwal khusus pada kutukan emosimu.
Hehehehe.. Aku bandel ya ? Tidak pernah dengerin omonganmu, maaf ya sahabatku, aku selalu tidak mengindahkan permintaanmu, tetapi aku masih ingat betul kalimat yang kau ucapkan padaku menjelang pernikahanmu "jadilah sarjana Hukum yang gagah." :)
kalimat itu sering sekali mengganguku sekarang, mungkin karena aku masih belum menjadi apa-apa, tetapi saya yakin, saya pasti bisa lebih baik dan saya akan lebih baik.
*saya akan jauh lebih baik dari ini.. :)
Sahabatku yang lagi berjuang keras agar selalu lelap dalam tidur malamnya, kamu pasti lagi sedikit tersiksa kan tidurnya.. sudah sabar ya, nanti kalo lukisannya udah sempurna maka kamu akan bangga pernah tersiksa sedemikian rumitnya, kamu akan bangga menjadi serang ibu, nikmatilah segala letihmu...:)
oh iya,
kali ini aku lagi-lagi tergelincir pada lubang yang sama, pada jalan dan lumpur yang sama tetapi ditempat berbeda, ak benar-benar terhempas saat ini, terhempas lebih keras dari sebelumnya, tetapi rasanya memang tidak sesakit dulu, karena mungkin aku sudah terlatih dan menjadi yang tahan banting, hanya saja terhempas tetaplah terhempas, tidak ada alasan yang membenarkan ini harus terjadi bukan ?
kelak, jika saatnya tiba aku akan datang menangis lagi di depanmu, setelah aku memutuskan benar-benar cukup untuk berpura-pura bahagia, hanya kamu kan yang mengerti tentang pura-puraku dari dulu..? :)
Bahkan disela marahmu, kamu selalu meminta "hentikan jiwa cassanovamu itu", tetapi aku selalu manjawab nakal "seorang penulis akan membiarkan hatinya melompat kemanapun yang dia sukai". Sungguh itu tidak betul, itu menyiksaku sama seperti yang kamu pernah bilang padaku, itu membuat hidupku seolah tidak berarah.
kamu tahu bukan tentang perempuan yang ku ceritakan terakhir kali padamu?
Perempuan yang menetap di ujung jawa bagian barat sana ?
Tentu saya yakin kamu selalu ingat ceritaku :)
Perjalanku dengannya tidak semulus apa yang saya inginkan, semua menjadi berat dan berantakan, entahlah... Itu baik apa tidak, hanya saja yang aku tahu, aku kehilangan dia disaat aku benar-benar tidak ingin dia pergi. :)
namun, seperti telah direncanakan, semua begitu rapi menenggelamkanku pada kubangan lara yang cukup besar, kubangan yang sangat tidak ingin aku temui lagi setelah bangkit dari traumaku dua tahun kemaren.. :)
Hey sahabatku yang sedang menghidupi kanvas organignya..:)
Aku tahu kamu menginginkan yang terbaik buatku, aku tahu kamu berharap aku lebih baik dari tahun-tahun yang berlalu, aku tahu ketakutanmu tetanng pudarnya kepercayaan orang-orang terhadapku, kamu selalu bilang "jangan jual hatimu terlalu murah, dan jangan sampai romantismemu itu menjadi senjata yang akan ngebuat mereka tidak mempercaimu kelak", aku masih ingat betul bagian itu sahabatku, tetapi aku pecinta, aku bukan petualang, hanya saja aku sedang mencari yang terbaik, walau pada akhirnya aku selalu tidak berhasil mencari yang paling baik, tetapi saya berproses ketempat dimana semua yang aku lakukan tidak terlihat kebetulan belaka, ini proses yang bermuara pada ketentuan Tuhan kan ? :)
Sahabatku yang sedang menikmati nafas baru dari lukisan organiknya, malam ini mungki kamu sedang shalat malam, dan aku yakin kamu selalu membawaku dalam percakapanmu bersama tuhan, terimakasih untuk waktumu, dari dahulu sampai masaku habis nanti.
Emmmm sesekali mampir yah di mimpiku, agar aku bisa bercerita semua tentang hal yang ingin kau tahu dalam perjalananku selama ini, atau aku yang datang di mimpimu, tolong jelaskan.. Kamu ada diruang mimpi keberapa, tunggu aku disana yah, aku akan bawakan hula-hula untukmu, sebagai sogokan untuk meminjam telinga kirimu..:)
Hehehehe.. Selamat pagi sahabatku, selamat berjumpa di mimpi.. :)
Setelah sekian bulan tidak menghubungimu...:)
Hey perempuan yg sudah ditipipin calon lukisan baru oleh Tuhan, bagaimana kabarmu, bagaimana kabar tuanmu, dan bagaimana calon lukisan kalian itu ?
Aku yakin baik-baik saja bukan ?
Emmmm aku yakin kamu benar-benar telah menjaga dirimu dengan baik, bukan karena hal yang pernah ku bilang dulu 3 hari sebelum pernikahanmu "jaga diri baik-baik", tetapi karena orang baik sepertimu memang akan selalu menjaga dirinya dengan sebaik mungkin.. :)
Oh ya,
Lama yah kita tidak cerita-cerita, lama tidak menghabiskan waktu dengan es krim "
tetpi aneh, rasanya baru kemaren kita ada di dalam bagian itu, tawa kita, obrolan-obrolan kita, kegilaan-kegilaan kita, smua hal indah itu masih melekat hebat di otak kiriku,
*memang orang unik sepertimu tidak mudah ku temukan lagi lo..: )
Jadi inget bawalmu saat aku lalai atas kesehatanku, saat porsi tidur mulai tidak jelas, disaat cara hidu yang memang tidak pernah jelas, akhirnya menjadi jadwal khusus pada kutukan emosimu.
Hehehehe.. Aku bandel ya ? Tidak pernah dengerin omonganmu, maaf ya sahabatku, aku selalu tidak mengindahkan permintaanmu, tetapi aku masih ingat betul kalimat yang kau ucapkan padaku menjelang pernikahanmu "jadilah sarjana Hukum yang gagah." :)
kalimat itu sering sekali mengganguku sekarang, mungkin karena aku masih belum menjadi apa-apa, tetapi saya yakin, saya pasti bisa lebih baik dan saya akan lebih baik.
*saya akan jauh lebih baik dari ini.. :)
Sahabatku yang lagi berjuang keras agar selalu lelap dalam tidur malamnya, kamu pasti lagi sedikit tersiksa kan tidurnya.. sudah sabar ya, nanti kalo lukisannya udah sempurna maka kamu akan bangga pernah tersiksa sedemikian rumitnya, kamu akan bangga menjadi serang ibu, nikmatilah segala letihmu...:)
oh iya,
kali ini aku lagi-lagi tergelincir pada lubang yang sama, pada jalan dan lumpur yang sama tetapi ditempat berbeda, ak benar-benar terhempas saat ini, terhempas lebih keras dari sebelumnya, tetapi rasanya memang tidak sesakit dulu, karena mungkin aku sudah terlatih dan menjadi yang tahan banting, hanya saja terhempas tetaplah terhempas, tidak ada alasan yang membenarkan ini harus terjadi bukan ?
kelak, jika saatnya tiba aku akan datang menangis lagi di depanmu, setelah aku memutuskan benar-benar cukup untuk berpura-pura bahagia, hanya kamu kan yang mengerti tentang pura-puraku dari dulu..? :)
Bahkan disela marahmu, kamu selalu meminta "
kamu tahu bukan tentang perempuan yang ku ceritakan terakhir kali padamu?
Perempuan yang menetap di ujung jawa bagian barat sana ?
Tentu saya yakin kamu selalu ingat ceritaku :)
Perjalanku dengannya tidak semulus apa yang saya inginkan, semua menjadi berat dan berantakan, entahlah... Itu baik apa tidak, hanya saja yang aku tahu, aku kehilangan dia disaat aku benar-benar tidak ingin dia pergi. :)
namun, seperti telah direncanakan, semua begitu rapi menenggelamkanku pada kubangan lara yang cukup besar, kubangan yang sangat tidak ingin aku temui lagi setelah bangkit dari traumaku dua tahun kemaren.. :)
Hey sahabatku yang sedang menghidupi kanvas organignya..:)
Aku tahu kamu menginginkan yang terbaik buatku, aku tahu kamu berharap aku lebih baik dari tahun-tahun yang berlalu, aku tahu ketakutanmu tetanng pudarnya kepercayaan orang-orang terhadapku, kamu selalu bilang "
Sahabatku yang sedang menikmati nafas baru dari lukisan organiknya, malam ini mungki kamu sedang shalat malam, dan aku yakin kamu selalu membawaku dalam percakapanmu bersama tuhan, terimakasih untuk waktumu, dari dahulu sampai masaku habis nanti.
Emmmm sesekali mampir yah di mimpiku, agar aku bisa bercerita semua tentang hal yang ingin kau tahu dalam perjalananku selama ini, atau aku yang datang di mimpimu, tolong jelaskan.. Kamu ada diruang mimpi keberapa, tunggu aku disana yah, aku akan bawakan hula-hula untukmu, sebagai sogokan untuk meminjam telinga kirimu..:)
Hehehehe.. Selamat pagi sahabatku, selamat berjumpa di mimpi.. :)
Senin, 10 Juni 2013
kebersamaan di bawah hujan
Berpayung dalam gerimis
Aku melakukan bersamamu
Menyasikan senyummu dibawah hujan
dari garis-garis gigimu yang rapi
Sedekat mata kita sedekat harus nafasmu
Aku menikamti setiap desah
Saat kamu menarik nafas
Saat kau mulai menghembuskannya kembali
Menikmati setiap kedipan matamu
Setiap apa yg kamu perintahkan kepada matamu
Aku membiarkan ada aliran air di dahi kirimu
Itu memabah cantikmu saat itu
Kita sedikit kebasahan
Kamu sedekat mungkin menikmati teduhnya payung itu
*apa kamu lupa kemaren kamu mencintaiku ?
Aku melakukan bersamamu
Menyasikan senyummu dibawah hujan
dari garis-garis gigimu yang rapi
Sedekat mata kita sedekat harus nafasmu
Aku menikamti setiap desah
Saat kamu menarik nafas
Saat kau mulai menghembuskannya kembali
Menikmati setiap kedipan matamu
Setiap apa yg kamu perintahkan kepada matamu
Aku membiarkan ada aliran air di dahi kirimu
Itu memabah cantikmu saat itu
Kita sedikit kebasahan
Kamu sedekat mungkin menikmati teduhnya payung itu
*apa kamu lupa kemaren kamu mencintaiku ?
Aku menemukanmu sedang sakit, dan kau menemukanku sedang sekarat. bag 2
Seperti bisa dihari kemaren, sapaan "selamat pagi sayang" di BBM, WHatApp, dan telepon menjadi candu diwarna baru kamu. "Kerjaan barumu adalah ngePING!!! Dan kerjaan baruku menunggu PING!!! Darimu" begitu saya selalu bilang disela-sela obrolan.
Jujur, sebenanrnya kami belum pernah bertatap muka langsung dari rasa nyaman ini, kita tidak begitu saling kenal, tapi kita saling percaya bahwa "tidak butuh saling mendekap agar jantung kita bersaksi, dalam cinta yang dimulai dari ketertarikan hati, maka hati mampu menjawab segala ragu-ragu kita".
Beberapa sahabat meragukan kebenarannya, tetapi aku percaya, dan dia pun percaya bahwa kita tidak absurd, kita ada, nyata dan tertulis didalam ketetapan Tuhan.
Tetapi kita sama-sama tidak pernah tahu, bagaimana keyakinan itu datang? Apa mungkin kita benar-benar saling jatuh cinta ?
*jawabnnya adala "IYA". :)
Beberapa waktu dari keresahan-keresahan itu, ahirnya saya menemuinya, dia ada diujung sana, aku terbang dgn segala keceman, dagdigdug, dalam perjalanan aku berpikir ini buruk, ini tidak nyata, ini hanya retorika manis dalam dunia maya, meskipun dia selalu menyakinku "aku ada sayang, aku nyata, kita nyata" lagi-lagi deburan kata "aku kangen banget sayang" itu meruntuhkan keraguanku.
"Tidak, ini benar, ini nyata, hati kami ada dalam padu rindu yang sama, hati kami ada dlam dekap hangat kekhawatiran yang sama, ini benar-benar ada, ini taktir" begitulah saya mengumam dalam penerbangan saya.
Dan akhirnya setalah saya sampai dikota yang masih tampak sangat baru itu dimataku, saya harus menunggu dalam cemas selama tiga hari, tanpa ragu saya menantinya, setelah 3 hari dia datang menemuiku, ya, kami berjumpa di halte putih, dia tersenyum sumringah padaku, dan hatiku berdegup tak beraturan.
Kita menghabiskan banyak detik bersama, kita saling becerita panjang lebar, dia sangat ingin tahu tentang kehidupanku, dia begitu cantik dimataku, sesekali, aku mencium keningnya, dia menyambut mesra sehingga memudarkan segala ragu dihari kemaren. Yah, kami benar-benar-benar saling membutuhkan. :)
Pada satu kesempatan, aku memeluknya dari belakang, dan berbisik lirih ditelinga kanannya "sayang, suatu saat aku pasti kehilangan kamu, tetapi untuk bagian ini aku siap kecewa" tiba-tiba hening, aku tahu ada gemuruh negatif dihatinya saat itu, dia begitu menikmati setiap hal yang terjadi, tawa, awang-awang dan sentuhan mesra dariku, dan aku pun begitu, yang tidak mau melewatkan sedetikpun keindhan itu.
Disela tawa kami aku berkata sedemikian percaya diri "kamu beruntung bisa mendapat kasih sayangku, karena salah satu orang bahagia didunia ini adalah orang yang pernah merasakan kasih sayangku" :)
Dia diam seoalah tak paham, tetapi dia tetap menikamti romantisme itu, dia perempuan baik yang sangat cerdas membuat lelakinya bahagia.
"I love you, I love you more" begitu percakapan yang sering keluar dari kami, "sini sayang, aku peluk sampai kamu sesak, agar kamu bisa merasakan kesaksian jantungku, agar kamu tahu kuatnya nadiku" retorikaku selalu membuatnya tersenyum, kita memeluk hati yang sama, ialah hati kita, memeluk tubuh yang sama, ialah tubuh kita.
Emmmm aku lupa berapa kali ya aku cium kelopak matamu?
Mata yang selalu menganggu tidurku, mata yang selalu aku rindukan, mata yang selalu menatapku dalam-dalam.
Mata yang pernah menangis didepanku, mata teduh yang mencintaiku.
*next
Jujur, sebenanrnya kami belum pernah bertatap muka langsung dari rasa nyaman ini, kita tidak begitu saling kenal, tapi kita saling percaya bahwa "tidak butuh saling mendekap agar jantung kita bersaksi, dalam cinta yang dimulai dari ketertarikan hati, maka hati mampu menjawab segala ragu-ragu kita".
Beberapa sahabat meragukan kebenarannya, tetapi aku percaya, dan dia pun percaya bahwa kita tidak absurd, kita ada, nyata dan tertulis didalam ketetapan Tuhan.
Tetapi kita sama-sama tidak pernah tahu, bagaimana keyakinan itu datang? Apa mungkin kita benar-benar saling jatuh cinta ?
*jawabnnya adala "IYA". :)
Beberapa waktu dari keresahan-keresahan itu, ahirnya saya menemuinya, dia ada diujung sana, aku terbang dgn segala keceman, dagdigdug, dalam perjalanan aku berpikir ini buruk, ini tidak nyata, ini hanya retorika manis dalam dunia maya, meskipun dia selalu menyakinku "aku ada sayang, aku nyata, kita nyata" lagi-lagi deburan kata "aku kangen banget sayang" itu meruntuhkan keraguanku.
"Tidak, ini benar, ini nyata, hati kami ada dalam padu rindu yang sama, hati kami ada dlam dekap hangat kekhawatiran yang sama, ini benar-benar ada, ini taktir" begitulah saya mengumam dalam penerbangan saya.
Dan akhirnya setalah saya sampai dikota yang masih tampak sangat baru itu dimataku, saya harus menunggu dalam cemas selama tiga hari, tanpa ragu saya menantinya, setelah 3 hari dia datang menemuiku, ya, kami berjumpa di halte putih, dia tersenyum sumringah padaku, dan hatiku berdegup tak beraturan.
Kita menghabiskan banyak detik bersama, kita saling becerita panjang lebar, dia sangat ingin tahu tentang kehidupanku, dia begitu cantik dimataku, sesekali, aku mencium keningnya, dia menyambut mesra sehingga memudarkan segala ragu dihari kemaren. Yah, kami benar-benar-benar saling membutuhkan. :)
Pada satu kesempatan, aku memeluknya dari belakang, dan berbisik lirih ditelinga kanannya "sayang, suatu saat aku pasti kehilangan kamu, tetapi untuk bagian ini aku siap kecewa" tiba-tiba hening, aku tahu ada gemuruh negatif dihatinya saat itu, dia begitu menikmati setiap hal yang terjadi, tawa, awang-awang dan sentuhan mesra dariku, dan aku pun begitu, yang tidak mau melewatkan sedetikpun keindhan itu.
Disela tawa kami aku berkata sedemikian percaya diri "kamu beruntung bisa mendapat kasih sayangku, karena salah satu orang bahagia didunia ini adalah orang yang pernah merasakan kasih sayangku" :)
Dia diam seoalah tak paham, tetapi dia tetap menikamti romantisme itu, dia perempuan baik yang sangat cerdas membuat lelakinya bahagia.
"I love you, I love you more" begitu percakapan yang sering keluar dari kami, "sini sayang, aku peluk sampai kamu sesak, agar kamu bisa merasakan kesaksian jantungku, agar kamu tahu kuatnya nadiku" retorikaku selalu membuatnya tersenyum, kita memeluk hati yang sama, ialah hati kita, memeluk tubuh yang sama, ialah tubuh kita.
Emmmm aku lupa berapa kali ya aku cium kelopak matamu?
Mata yang selalu menganggu tidurku, mata yang selalu aku rindukan, mata yang selalu menatapku dalam-dalam.
Mata yang pernah menangis didepanku, mata teduh yang mencintaiku.
*next
Aku menemukanmu sedang sakit, dan kau menemukanku sedang sekarat. bag 1
Perempuan itu aku sebut dia "anak kecilku" di publik, dan "mata senja" di beberapa keadaan dan waktu lain.
Awalnya, sebiasa mungkin kami berkomunikasi melalui jejaring sosial, saling komentar dengan retorika candaan yang biasa, *kesamaan kami adalah sama-sama humoris. :)
*sama-sama gemar konsumsi ikan tongkol.
Kemudian, entah... Proses itu tiba-tiba berubah pada hal yang saling menyediakan bahu, kita saling bercerita seputar "putusnya saya dengan orang dimasa lalu saya, dan tentang hubunganya degn pacarnya yang sudah tidak seharmonis dulu" dia bilang "kita sama-sama punya cerita menarik untuk saling diceritakan.
dia berkata "Tidak butuh waktu lama untuk merasa nyaman sama kamu", kita saling menikmati kenyamanan itu, kita seolah manusia haus yang menemukan hujan saat itu, seolah musafir padang pasir yang menemukan danau, kita menikamti teduh tenang dari riuhnya pedih dihari kemaren, kita tidak bersalah karena kita sekedar berbagi senyum.
Kemudian, senyum kami semakin mewah, akhirnya menyentuk kepekaan hati masing-masing, rasa nyaman itu terlalu membabi buta datangnya sehingga kami tidak kuasa menolak, kita berada dalam dekapan nyaman, selalu tertindih rindu, akhirnya kami menjafi candu yang tidak tertolong saat itu.
Kami semakin sekarat pada rasa nyaman diantara ketakutan-ketakutan kami, diantara hati gigil kami. :)
Pernah sesekali dia berkata "kelak, akan ku kagetkan dunia atas kehadiranmu dihidupku" kalimat yang sama sekali tidak saya sangka keluar dari bibirnya, lalu kami semakin saling datang dan menelanjangi masa lalu masing-masing, aku dan dia menjaki satu (kita) dalam balutan perban rasa nyaman.
* Next :)
Awalnya, sebiasa mungkin kami berkomunikasi melalui jejaring sosial, saling komentar dengan retorika candaan yang biasa, *kesamaan kami adalah sama-sama humoris. :)
*sama-sama gemar konsumsi ikan tongkol.
Kemudian, entah... Proses itu tiba-tiba berubah pada hal yang saling menyediakan bahu, kita saling bercerita seputar "putusnya saya dengan orang dimasa lalu saya, dan tentang hubunganya degn pacarnya yang sudah tidak seharmonis dulu" dia bilang "kita sama-sama punya cerita menarik untuk saling diceritakan.
dia berkata "Tidak butuh waktu lama untuk merasa nyaman sama kamu", kita saling menikmati kenyamanan itu, kita seolah manusia haus yang menemukan hujan saat itu, seolah musafir padang pasir yang menemukan danau, kita menikamti teduh tenang dari riuhnya pedih dihari kemaren, kita tidak bersalah karena kita sekedar berbagi senyum.
Kemudian, senyum kami semakin mewah, akhirnya menyentuk kepekaan hati masing-masing, rasa nyaman itu terlalu membabi buta datangnya sehingga kami tidak kuasa menolak, kita berada dalam dekapan nyaman, selalu tertindih rindu, akhirnya kami menjafi candu yang tidak tertolong saat itu.
Kami semakin sekarat pada rasa nyaman diantara ketakutan-ketakutan kami, diantara hati gigil kami. :)
Pernah sesekali dia berkata "kelak, akan ku kagetkan dunia atas kehadiranmu dihidupku" kalimat yang sama sekali tidak saya sangka keluar dari bibirnya, lalu kami semakin saling datang dan menelanjangi masa lalu masing-masing, aku dan dia menjaki satu (kita) dalam balutan perban rasa nyaman.
* Next :)
Jumat, 07 Juni 2013
Aku adalah Awan
aku
hanyalah sekedar awan pada ufuk sore
menentang jingga memancing amarahnya
menenggelamkan pilu pada kepakan burung-burung pemuja jingga.
aku
adalah kelana pengutuk malam
mencuri senja dari penyatuanku dengan jingga
lihatlah aku dengan murkanya jingga
maka damailah para hati yang kelelahan.
aku adalah Awan
Langganan:
Komentar (Atom)