Jumat, 02 November 2012

sesungguhnya ini bukan pilihan 1

               Aku memang tidak sepintar sahabat"mu itu Mahes, aku bukan perempuan pemikir seperti mereka..
               sekarang kamu boleh memilih.. antara aku dan mereka yang harus tinggal dihidupmu.. 
  
dengan nada memaksa dia (Dalianti) berkata sambil menahan tangis kepedihan dihatinya,
tanpa tatap dia lalu membuang muka didepanku, aku tahu betul perasaannya saat ini, lalu aku peluk dia dengan kata maaf...

              Dalianti,, maafkan saya, saya tidak berniat melukaimu, apalagi membandingkanmu dengan
              siapapun..
kamu harus tahu, sesungguhnya ini bukan pilihan, apa yang bisa ku pilih, ini tidak benar Daliant..
kamu dan mereka mempunyai porsinya sendiri" didalam hatiku, mereka sahabatku, mereka ada ditempat berbeda denganmu,, kamu harus percaya,, atau setidaknya kasih saya kesempatan untuk menjelaskan dan membuktikan semua ini..
bagaimana kamu ingin pergi...?
bagaimana aku harus menahanmu ?
sungguh aku lelaki tolol yang tak mampu membaca kesakitanmu dibagian ini,
aku lelaki bodoh yang tak bisa mengartikan diam pedihmu dibagian ini.
maaf.!!!

dia tetep saja membungkam dan mencoba melepaskan dekapanku,,,
semakin dia coba melepaskan diri, aku semakin erat menenggelamkannya dalam pelukanku..
kalo boleh jujur, saat itu adalah hal yang paling sulit buatku, aku hanya bisa mencoba menenangkan dia, meyakinkan dia,..
beberapa lama kita tenggelam dalam pelukan satu arah itu, ahirnya dia terisak dan menangis sambil meremas" rambutku..
saat itulah aku yakin, ada angin ketenangan menghapiri jiwanya, lalu dia mulai berbicara dengan isak manjanya itu...

aku tidak tahu harus menjelaskan apalagi padamu Maheswara, aku tidak benar" mengerti tentang keadaan ini, yang aku tahu hanyalah aku takut kehilanganmu, 
aku takut kau dan aku merenggang tanpa jarak, 
aku tidak ingin siapapun mengambilmu, 
aku benar" takut ada orang lain yang mencoba menyentuh hidungmu, 
menyentuk bibirmu, dan aku tidak ingin ada orang lain menemukan tempat ternyaman dihatimu,
aku ingin menguasai utuh hatimu, aku takut, dan benar" takut...

saat itulah kurasakan angin mulai berdesir takberaturan, aku lemah mendengar pengakuan perempuan polosku ini, aku benar" dibuat tidak berdaya dengan retorika kejujurannya itu, aku menyerah dengan butiran" airmata yang tiba" menetes dipipiku, aku mengencangkan pelukanku dan lagi" meminta maaf..
aku kalah melihat airmatanya, dia mampu menelanjangi ketegasanku, aku benar" tidak bisa mengendalikannya, dan dia semakin menguasaiku dengan kepolosannya itu..

Mahes..
apa kamu pikir enak punya pacar berdekatan dengan perempuan lain ?
apa kamu pikir aku setegar itu untuk menerima dengan flat apa yang kamu lakukan dengan sahabat"mu itu ?
Tidak Mahes, tidak.. 
aku terlalu lemah untuk begitu, aku terlalu rapuh untuk menerima semuanya begitu saja..
aku hanya berjuang ditempat yang masih bisa ku perjuangkan,
aku cukup berhak kan Van tentang ini ?

dia semakin membuat keadaanku tersudut, dia mendilasikan egoku menjadi benar" tidak berdaya..

maafkan aku Dalian,
kamu begitu berarti bagiku, aku tidak mungkin pergi, aku tidak bisa pergi,
kamu harus tahu itu.. kamu adalah segala bagiku,
maafkan aku
maafkan aku
maafkan aku

lalu dia diam, dan aku mulai berani mendaratkan kecupku dikeningnya, dia mulai menghapus airmatanya,
lalu mengajakku pulang..
sepanjang perjalanan dia tak banyak bicara, dia bungkam dibalik hlem putihnya itu, kita menjadi kaku diatas laju motor yang sengaja aku pelankan saat itu..
aku tahu, rasa marahnya tidak semudah itu terbayar dengan pelukan murahku itu, dia tidak semudah itu aku taklukkan..
akupun menjadi tolol dan tidak bisa mencairkan suasana, meski sempat beberapa kali aku coba mebuat pembahasan baru,  tetapi dia menjawab dengan sesingkat mungkin..
dan seampainya dipintu rumahnya, tanpa menoleh dia berlalu meninggalkanku diatas motor bututku,
tanpa sepath katatpun dia menghilang dibalik pintu.. 
dia tidak pedulikan kegelisahanku.. dan akupun memutuskan pergi,, mungkin dia sedang tidak ingin bicara denganku, dan aku tahu betul apa yang terjadi dengannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar