Malam ini aku menghabiskan waktu di teras kostku yg panas ini
Seoalah ada yang menahanku disini malam ini, entahlah setan kah, atau malaikatkah ?
Yang jelas aku lebih suka menikmati keragu"an bulan dalam menyampaikan sinar malam ini,
dibandingkan dengan membahas masa depan bangsa ini bersama kawan" pembebasan dari makassar di sekitar kampusku. :)
Aku menjadi penghuni kost yg baik malam ini,
ditemani Rokok dan BBM yang tiada henti berbunyi,
lalu seperti biasa ahir" ini aku selalu tidak terpisahkan dengan botol minumku..
Rasa haus selalu menggangguku stiap saat.. dan celakanya.. Setiap kali ku meneguk air..
Aroma rokok menarik hati agar menghisapnya kembali dan terus berulang".. :(
Aku menghisapnya dengan penuh kasih, lalu ku hembuskan asap di balik sadarku.
Mataku tiada henti"nya tertuju pada keragu"an bulan,
Absurd memang.. Bahkan sedikitpun tidak tampak mendung mengeksploitasi sinarnya
Tp bulanku kucel.. Kusam.. seperti Mukaku saat ini,
Apa dia sedang menertawakanku malam ini ?
Entahlah...
Tp apapun itu aku tidak peduli.. Aku akan menikmati ini sampai darah
Sampai nadi, sampai jantung, sampai mati.. :)
Ini rasioanalitas yang begitu rumit... Aku tak berdaya menghadapinya.
walau sebenanya ada hikmah yang harus ku syukuri,
karena Keadaan ini tidak berkepanjangan..
Karena keadaan yang memonopoli kebebasanku
Karena keadaan yang menelanjangi keinginanku..
Ahirnya smua ini memang benar" menyadarkanku
"Setelah dewasa.. Hal yang kita inginkan tidak selalu dikabulakan"
dan kini tugasku adalah merawat hati agar tumbuh samakin besar
Karena satu"nya cara agar bisa menerima keadaan adalah dengan cara berbesar hati bukan ? :)
Keadaan ini telah menggiringku pada ketidak tahuan
bagaiman caraku menyampaikan rindu ?
bagaman caraku jujur bahwa aku ingin memeluknya ?
dengan lenganku sendiri "pertama dan yang terahir" ?
Tetapi aku teringat dengan apa yg disampaikan oleh Mas "Moammar MK"
"rindu yang paling klimaks adalah ketika dua insan saling berjauhan tetapi saling mendoakan"...
Lalu kemudian dwitasari juga pernah menyampaikan bahwa
"Pelukan itu tidak harus dengan tangan kita sendiri, tetapi bisa memalui do'a"...
Apa yang disampaikan oleh mereka..
Semakin manyadarkan aku..
Bahwa sejatinya Orang dewasa memang benar" tidak akan bisa punya banyak pilihan... :)

Seoalah ada yang menahanku disini malam ini, entahlah setan kah, atau malaikatkah ?
Yang jelas aku lebih suka menikmati keragu"an bulan dalam menyampaikan sinar malam ini,
dibandingkan dengan membahas masa depan bangsa ini bersama kawan" pembebasan dari makassar di sekitar kampusku. :)
Aku menjadi penghuni kost yg baik malam ini,
ditemani Rokok dan BBM yang tiada henti berbunyi,lalu seperti biasa ahir" ini aku selalu tidak terpisahkan dengan botol minumku..
Rasa haus selalu menggangguku stiap saat.. dan celakanya.. Setiap kali ku meneguk air..
Aroma rokok menarik hati agar menghisapnya kembali dan terus berulang".. :(
Aku menghisapnya dengan penuh kasih, lalu ku hembuskan asap di balik sadarku.
Mataku tiada henti"nya tertuju pada keragu"an bulan,
Absurd memang.. Bahkan sedikitpun tidak tampak mendung mengeksploitasi sinarnya
Tp bulanku kucel.. Kusam.. seperti Mukaku saat ini,
Apa dia sedang menertawakanku malam ini ?

Entahlah...
Tp apapun itu aku tidak peduli.. Aku akan menikmati ini sampai darah
Sampai nadi, sampai jantung, sampai mati.. :)
Ini rasioanalitas yang begitu rumit... Aku tak berdaya menghadapinya.
walau sebenanya ada hikmah yang harus ku syukuri,
karena Keadaan ini tidak berkepanjangan..
Karena keadaan yang memonopoli kebebasanku
Karena keadaan yang menelanjangi keinginanku..
Ahirnya smua ini memang benar" menyadarkanku
"Setelah dewasa.. Hal yang kita inginkan tidak selalu dikabulakan"
dan kini tugasku adalah merawat hati agar tumbuh samakin besar
Karena satu"nya cara agar bisa menerima keadaan adalah dengan cara berbesar hati bukan ? :)
Keadaan ini telah menggiringku pada ketidak tahuan
bagaiman caraku menyampaikan rindu ?
bagaman caraku jujur bahwa aku ingin memeluknya ?
dengan lenganku sendiri "pertama dan yang terahir" ?
Tetapi aku teringat dengan apa yg disampaikan oleh Mas "Moammar MK"
"rindu yang paling klimaks adalah ketika dua insan saling berjauhan tetapi saling mendoakan"...
Lalu kemudian dwitasari juga pernah menyampaikan bahwa
"Pelukan itu tidak harus dengan tangan kita sendiri, tetapi bisa memalui do'a"...
Apa yang disampaikan oleh mereka..
Semakin manyadarkan aku..
Bahwa sejatinya Orang dewasa memang benar" tidak akan bisa punya banyak pilihan... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar