Kamis, 29 November 2012

dwitasari tweet

ini adalah tweet dwitasari di twitter..
entahlah mengapa aku suka nge RT jelmaan" cinta yang menari di awan ini..
cinta yang seperti ini adalah cinta yang tidak akan pernah berhenti..
cinta yang model begini adalah tong sampah,,,
kemudian hanyalah berharap tanpa melakukan apapun,,
kejarlah,,, lakukanlah sekalipun hatimu menggigil,,
jangan biarkan kebahagiaanmu terabaikan...!! :)


Dalam kamus orang yang sedang jatuh cinta. Tak ada kata bego, bodoh, dan tolol, yang ia tahu hanya berkorban. Itu aja.


Pernahkah kaumemikirkan seseorang bahagia karena melihatmu bahagia? meskipun kebahagiaanmu tak membutuhkan hadirnya.


 kamu tau segalanya, tapi kamu memilih diam, memilih tak peduli; agar aku tak memasuki hidupmu terlalu dalam.


dari kejauhan, rindu kita ternyata tak benar-benar bersentuhan. 

enggak, kamu gak ngerti rindu yang aku simpan sedalam apa. kamu cuma bisa berpersepsi, mengkalkulasi, perasaanmu mati. 
Perhatian sederhana yang terlalu sering ditunjukkan lama-kelamaan berubah menjadi lebih dari itu. Cinta, mungkin. 

kita temenan, tapi ada perasaan yang tumbuh lebih dari itu. kamu tahu? 

Memeluk tak harus dengan lengan, bisa juga dengan.... doa. 

Mungkin, kali ini giliran aku yang pergi. Akan ada saatnya kita disatukan Tuhan kembali. 

Jangan biarkan aku melangkah sendirian tanpa pengawasanmu. :') 
Beberapa hal yang datang memang kadang ditakdirkan untuk tidak tinggal, tapi pergi; agar lebih baik

Kamu tahu segalanya dari mataku, dari tindakanku, tapi kamu memilih tak mengartikan segalanya terlalu jauh. 
Kamu tahu aku berbohong ketika berkata ikhlas melepaskanmu, kamu hanya tak ingin memperpanjang waktu saat bersamaku.





Senin, 26 November 2012

Sejatinya orang dewasa tidak akan pernah bisa punya banyak pilihan :)

Malam ini aku menghabiskan waktu di teras kostku yg panas ini
Seoalah ada yang menahanku disini malam ini, entahlah setan kah, atau malaikatkah ?
Yang jelas aku lebih suka menikmati keragu"an bulan dalam menyampaikan sinar malam ini,
dibandingkan dengan membahas masa depan bangsa ini bersama kawan" pembebasan dari makassar di sekitar kampusku. :)
Aku menjadi penghuni kost yg baik malam ini, :)ditemani Rokok dan BBM yang tiada henti berbunyi,
lalu seperti biasa ahir" ini aku selalu tidak terpisahkan dengan botol minumku..
Rasa haus selalu menggangguku stiap saat.. dan celakanya.. Setiap kali ku meneguk air..
Aroma rokok menarik hati agar menghisapnya kembali dan terus berulang".. :(
Aku menghisapnya dengan penuh kasih, lalu ku hembuskan asap di balik sadarku.
Mataku tiada henti"nya tertuju pada keragu"an bulan,
Absurd memang.. Bahkan sedikitpun tidak tampak mendung mengeksploitasi sinarnya
Tp bulanku kucel.. Kusam.. seperti Mukaku saat ini,
Apa dia sedang menertawakanku malam ini ? :(
Entahlah...
Tp apapun itu aku tidak peduli.. Aku akan menikmati ini sampai darah
Sampai nadi, sampai jantung, sampai mati.. :)
Ini rasioanalitas yang begitu rumit... Aku tak berdaya menghadapinya.
walau sebenanya ada hikmah yang harus ku syukuri,
karena Keadaan ini tidak berkepanjangan..
Karena keadaan yang memonopoli kebebasanku
Karena keadaan yang menelanjangi keinginanku..
Ahirnya smua ini memang benar" menyadarkanku
"Setelah dewasa.. Hal yang kita inginkan tidak selalu dikabulakan"
dan kini tugasku adalah merawat hati agar tumbuh samakin besar
Karena satu"nya cara agar bisa menerima keadaan adalah dengan cara berbesar hati bukan ? :)

Keadaan ini telah menggiringku pada ketidak tahuan
bagaiman caraku menyampaikan rindu ?
bagaman caraku jujur bahwa aku ingin memeluknya  ?
dengan lenganku sendiri "pertama dan yang terahir" ?
Tetapi aku teringat dengan apa yg disampaikan oleh Mas "Moammar MK"  
"rindu yang paling klimaks adalah ketika dua insan saling berjauhan tetapi saling mendoakan"...
Lalu kemudian dwitasari juga pernah menyampaikan bahwa
"Pelukan itu tidak harus dengan tangan kita sendiri, tetapi bisa memalui do'a"...
Apa yang disampaikan oleh mereka..
Semakin manyadarkan aku..
Bahwa sejatinya Orang dewasa memang benar" tidak akan bisa punya banyak pilihan... :)

:)

Jumat, 02 November 2012

sesungguhnya ini bukan pilihan 1

               Aku memang tidak sepintar sahabat"mu itu Mahes, aku bukan perempuan pemikir seperti mereka..
               sekarang kamu boleh memilih.. antara aku dan mereka yang harus tinggal dihidupmu.. 
  
dengan nada memaksa dia (Dalianti) berkata sambil menahan tangis kepedihan dihatinya,
tanpa tatap dia lalu membuang muka didepanku, aku tahu betul perasaannya saat ini, lalu aku peluk dia dengan kata maaf...

              Dalianti,, maafkan saya, saya tidak berniat melukaimu, apalagi membandingkanmu dengan
              siapapun..
kamu harus tahu, sesungguhnya ini bukan pilihan, apa yang bisa ku pilih, ini tidak benar Daliant..
kamu dan mereka mempunyai porsinya sendiri" didalam hatiku, mereka sahabatku, mereka ada ditempat berbeda denganmu,, kamu harus percaya,, atau setidaknya kasih saya kesempatan untuk menjelaskan dan membuktikan semua ini..
bagaimana kamu ingin pergi...?
bagaimana aku harus menahanmu ?
sungguh aku lelaki tolol yang tak mampu membaca kesakitanmu dibagian ini,
aku lelaki bodoh yang tak bisa mengartikan diam pedihmu dibagian ini.
maaf.!!!

dia tetep saja membungkam dan mencoba melepaskan dekapanku,,,
semakin dia coba melepaskan diri, aku semakin erat menenggelamkannya dalam pelukanku..
kalo boleh jujur, saat itu adalah hal yang paling sulit buatku, aku hanya bisa mencoba menenangkan dia, meyakinkan dia,..
beberapa lama kita tenggelam dalam pelukan satu arah itu, ahirnya dia terisak dan menangis sambil meremas" rambutku..
saat itulah aku yakin, ada angin ketenangan menghapiri jiwanya, lalu dia mulai berbicara dengan isak manjanya itu...

aku tidak tahu harus menjelaskan apalagi padamu Maheswara, aku tidak benar" mengerti tentang keadaan ini, yang aku tahu hanyalah aku takut kehilanganmu, 
aku takut kau dan aku merenggang tanpa jarak, 
aku tidak ingin siapapun mengambilmu, 
aku benar" takut ada orang lain yang mencoba menyentuh hidungmu, 
menyentuk bibirmu, dan aku tidak ingin ada orang lain menemukan tempat ternyaman dihatimu,
aku ingin menguasai utuh hatimu, aku takut, dan benar" takut...

saat itulah kurasakan angin mulai berdesir takberaturan, aku lemah mendengar pengakuan perempuan polosku ini, aku benar" dibuat tidak berdaya dengan retorika kejujurannya itu, aku menyerah dengan butiran" airmata yang tiba" menetes dipipiku, aku mengencangkan pelukanku dan lagi" meminta maaf..
aku kalah melihat airmatanya, dia mampu menelanjangi ketegasanku, aku benar" tidak bisa mengendalikannya, dan dia semakin menguasaiku dengan kepolosannya itu..

Mahes..
apa kamu pikir enak punya pacar berdekatan dengan perempuan lain ?
apa kamu pikir aku setegar itu untuk menerima dengan flat apa yang kamu lakukan dengan sahabat"mu itu ?
Tidak Mahes, tidak.. 
aku terlalu lemah untuk begitu, aku terlalu rapuh untuk menerima semuanya begitu saja..
aku hanya berjuang ditempat yang masih bisa ku perjuangkan,
aku cukup berhak kan Van tentang ini ?

dia semakin membuat keadaanku tersudut, dia mendilasikan egoku menjadi benar" tidak berdaya..

maafkan aku Dalian,
kamu begitu berarti bagiku, aku tidak mungkin pergi, aku tidak bisa pergi,
kamu harus tahu itu.. kamu adalah segala bagiku,
maafkan aku
maafkan aku
maafkan aku

lalu dia diam, dan aku mulai berani mendaratkan kecupku dikeningnya, dia mulai menghapus airmatanya,
lalu mengajakku pulang..
sepanjang perjalanan dia tak banyak bicara, dia bungkam dibalik hlem putihnya itu, kita menjadi kaku diatas laju motor yang sengaja aku pelankan saat itu..
aku tahu, rasa marahnya tidak semudah itu terbayar dengan pelukan murahku itu, dia tidak semudah itu aku taklukkan..
akupun menjadi tolol dan tidak bisa mencairkan suasana, meski sempat beberapa kali aku coba mebuat pembahasan baru,  tetapi dia menjawab dengan sesingkat mungkin..
dan seampainya dipintu rumahnya, tanpa menoleh dia berlalu meninggalkanku diatas motor bututku,
tanpa sepath katatpun dia menghilang dibalik pintu.. 
dia tidak pedulikan kegelisahanku.. dan akupun memutuskan pergi,, mungkin dia sedang tidak ingin bicara denganku, dan aku tahu betul apa yang terjadi dengannya..