Iya,
dia serangkai masa lalu yang telah lama ku tinggalkan
Langit
sore itu sudah lama tak ku singgahi
bahkan
jingganya selalu ku biarkan kesepian di dalam gelap
Dentingan
hujan selalu bersaksi satu persatu
mereka
menyampaikan kidung sendu dari bisik jingga yang tak lagi merona
Iya,
jingga yang tak lagi ku gauli
Jingga
yang tak lagi ku peluk erat
Jingga
yang hanya sesekali ku lirik tanpa ku pedulikan rajuknya
Rasanya, memang semakin teriris
Lembah
hidup yang ku pilih adalah abstraksi kehidupan
Semua
serba tidak nyata,
semua
serba tidak jelas arahnya
Bahkan
terkadang aku memilin masa dima aku masih mengemis resah pada malam
sebenarnya Aku
tidak pernah dirampas
akulah yang merampas,
Waktu
sudah tidak lagi panjang,
Waktu
sudah tidak lagi tenang,
Lari
dan terus berlari,
jiwaku menjadi semakin jauh dari jengkalan masalaluku yang pernah panik
Aku
tidak lagi menjadi awan yang dinikmati gratis oleh siapapun
Jiwaku
terkungkung dalam benih-benih malam
Akhirnya,
penyatuan awan dengan jingga menjadi sejarah dimasa laluku,
Awan
adalah kenangan,
dan malam adalah harapanm
lalu pagi tempat dimana kita
menentukan pilihan,
Temuilah
matahari sebab disanalah kau akan temukan harpan..!!